Menilik Potensi Usaha Susu Sapi Perah di KUD Tani Makmur Senduro

Usaha dalam produksi susu sapi perah di KUD Tani Makmur Senduro bisa dibilang masih lancar dan dapat disetorkan secara rutin kepada industri pongalahan susu.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lumajang, Anang Achmad Syaifuddin menerangkan bahwa peternak sapi perah di wilayah Senduro lebih terorganisir dengan adanya KUD. Dirinya juga menjelaskan terdapat 6.000 ekor sapi perah yang setiap harinya menghasilkan kurang lebih 42 ton susu sapi, sedangkan hasil dari 33 ton susu tersebut disetorkan ke PT. Neatle oleh KUD Tani Makmur Senduro.

"Ini sangat luar biasa dan tadi saya mendengar dari Sekertaris KUD, bahwasannya KUD Tani Makmur Senduro termasuk 5 besar penyuplai di PT. Nestle," jelasnya saat berkunjung untuk menilik usaha susu sapi perah di KUD Tani Makmur, Desa Kandangtepus, Kecamatan senduro, Kamis (17/12/20).

Ketua DPRD Lumajang mengungkapkan bahwa di masa pandemi Covid-19, produksi susu di wilayah Senduro tidak mengalami penurunan, bahkan mengalami peningkatan, sebab kebutuhan susu sapi terus dibutuhkan oleh masyarakat karena dipercaya bisa meningkatkan imun tubuh.

"Ternyata di masa pandemi, polulasi sapi perah semakin bertambah artinya terdapat peningkatan di sisi produksi susu sapinya," ungkapnya.

Di sisi lain, Sekertaris KUD Tani Makmur Senduro, Subari menjelaskan, terdapat 970 petani binaan yang tersebar di 3 desa di Kecamatan Senduro dengan total sapi 4.700 ekor.

Agar memantapkan dan memberikan tambahan wawasan kepada para peternak, Subari mengatakan, pihaknya juga melakukan pembinaan kepada para anggota peternak sapi perah binaan KUD, yakni dengan melakukan penyuluhan yang rutin dilakukan setiap 10 hari sekali dan 1 bulan sekali.

"Selain penyuluhan, kami juga melakukan program pengembangan yang ada, khususnya untuk kebutuhan sapi perah di antaranya Program Air Minum Ternak Otomatis, Program Kandang Umbaran, Program Hijauan Makanan Ternak (HMT) atau pemanfaatan penghijauan berkualitas dan Program Biogas," ujarnya

Ia menambahkan, bahwa KUD Tani Makmur Senduro bergerak di bidang sapi perah, pengolahan konsetrat khususnya untuk kebutuhan pakan sapi ternak, perdagangan umum dan simpan pinjam.

Sementara, pihak Perhutani Senduro dalam mendukung peternak sapi perah di wilayah Senduro, Asper Perhutani Senduro, Lesmana Jaya Putra mengatakan, bahwa pihaknya telah menyedikan kawasan hutan yang bekerjasama dengan masyarakat khususnya bagi anggota binaan KUD, Perhutani Senduro maupun LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), yakni membentuk pengelolaan kawasan hutan yang dikombinasikan secara proporsional dengan usaha peternakan, yakni ditanami hijauan pakan ternak tanpa merusak tanaman pokok.

"Mereka bekerjasama dengan Perhutani Senduro untuk memanfaatkan lahan hutan dalam istilah kehutannya adalah Silvopastura," ujarnya.

ia juga menyebutkan, tanaman untuk pakan ternak khususnya sapi perah yang cocok ditanam di wilayah Perhutani Senduro adalah jenis tanaman rumput gajah. Menurutnya tanaman tersebut tumbuhnya tidak menjulang tinggi dan memiliki nutrisi yang bagus jika dikonsumsi hewan ternak.

Budi salah satu peternak sapi di Desa Kandangtepus mengatakan usaha ternak sapi perah sangat menguntungkan di wilayah pedesaan, sebab peminat susu sapi saat ini sangat banyak karena banyak kandungan gizi yang dapat menyehatkan bagi tubuh serta hasil perahan susunya memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

"Karena orang ingin sehat, jadi permintaan produksi susu justru terus meningkat," ujarnya.

Peternak yang memiliki 7 ekor sapi perah ini juga mengaku bahwa hasil yang didapat dari ternak sapinya sudah terbilang lebih dari cukup yakni kurang lebih menerima Rp. 3 Juta per 10 hari. (kominfo-lmj/Bob).